BN - Jakarta, Demi membuat mata uang Indonesia Rupiah berwibawa didepan mata uang lain maka Pemerintah berencana pada Mei 2013 mendatang akan memulai proses redenominasi.Pemerintah mengambil keputusan untuk menghilangkan tiga angka nol dimata uang rupiah. Artinya uang pecahan Rp.1000 akan menjadi Rp.1 pada masa yang akan datang.
Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS ) Mirza Adityaswara mengatakan bahwa penyederhanaan ini penting untuk membuat mata uang kita lebih berwibawa dibandingkan dengan yang lain.Oleh karena itu redenominasi alias penyederhanaan rupiah bisa membawa Indonesia lebih berwibawa diantara negara-negara tersebut.
"Sekarang begini. Kita kan mau masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN di 2015, nanti 2020 terutama untuk sektor finansial. Pada saat itu kita semakin diperbandingkan dengan negara-negara lain. Memang akan lebih baik kalau mata uang kita lebih sederhana, lebih simple sehingga lebih berwibawa," papar Mirza di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
"Tapi yang paling penting adalah kebijakan ekonomi yang pruden agar ekonomi terus stabil sehingga implementasi dari redenominasi ini bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.
Redenominasi sendiri adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1. Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.
Pemerintah berencana akan membahas RUU Redenominasi pada Mei 2013 mendatang. 2013-2015 merupakan masa transisi kemudian 2016-2018 mata uang lama akan ditarik. Ditargetkan proses ini akan selesai pada tahun 2022 mendatang.
Editor : Jendri Frans Mamahit
Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS ) Mirza Adityaswara mengatakan bahwa penyederhanaan ini penting untuk membuat mata uang kita lebih berwibawa dibandingkan dengan yang lain.Oleh karena itu redenominasi alias penyederhanaan rupiah bisa membawa Indonesia lebih berwibawa diantara negara-negara tersebut.
"Sekarang begini. Kita kan mau masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN di 2015, nanti 2020 terutama untuk sektor finansial. Pada saat itu kita semakin diperbandingkan dengan negara-negara lain. Memang akan lebih baik kalau mata uang kita lebih sederhana, lebih simple sehingga lebih berwibawa," papar Mirza di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
"Tapi yang paling penting adalah kebijakan ekonomi yang pruden agar ekonomi terus stabil sehingga implementasi dari redenominasi ini bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.
Redenominasi sendiri adalah menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih sedikit dengan cara mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1. Hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang, sehingga daya beli masyarakat tidak berubah.
Pemerintah berencana akan membahas RUU Redenominasi pada Mei 2013 mendatang. 2013-2015 merupakan masa transisi kemudian 2016-2018 mata uang lama akan ditarik. Ditargetkan proses ini akan selesai pada tahun 2022 mendatang.
Editor : Jendri Frans Mamahit







0 komentar:
Posting Komentar