![]() |
| Korban Sedang Dievakuasi |
Kronologi :
Pelaku utama dari pembantaian ini adalah seorang remaja berumur 20 tahun,Adam Lanza. Sebelum membantai murid-murid di SD Sandy Hook, Lanza terlebih dahulu membunuh ibunya sendiri dengan menembaknya sebanyak empat kali di bagian kepala. Setelah membunuh ibunya, Lanza kemudian membawa mobilnya menuju SD Sandy Hook.
Pukul 09.30 waktu Connecticut, Lanza tiba di SD Sandy Hook. Pada saat itu murid-murid baru saja memasuki sekolah untuk memulai pelajaran. Disaat pengumuman dari pihak sekolah kemudian terdengar rentetan tembakan yangt dilepaskan oleh Adam Lanza. Kepala Sekolah Dawn Jochsprung (47) dan psikolog sekolah, Mary Sherlach, sedang bicara dengan orangtua murid ketika mendengar tembakan tersebut langsung berlari menuju arah sumber tembakan.
Tanpa takut keduanya mencoba menghalangi Lanza yang sudah dikuasi setan. Keduanya pun gugur saat mencoba menghalangi Lanza. Adam kemudian masuk keruang rapat dan menembak kaki kepala Sekolah. Diapun melanjutkan aksi brutalnya diruangan kelas yang lain. Guru-guru berupaya melindungi murid-muridnya dengan berbagai cara. Mereka memasukan murid-murid ke kamar mandi,lemari dan dibawah meja agar terhindar dari aksi brutal pemuda 20 tahun itu.
Beberapa guru termasuk Kepala sekolah dan Psikolog sekolah menjadi pahlawan karena mati demi melindungi nyawa anak-anak didiknya. Salah satu guru yang menjadi korban adalah Victoria Soto (27), dia tewas bersama asisten guru dan enam anak didiknya. Pada akhir pembantaian tersebut Adam Lanza ditemukan meninggal dengan menembak dirinya sendiri dikelas Victoria. Diduga dimenembak dirinya setelah mendengar suara sirine polisi.
![]() |
| Para Korban Pembantaian Sandy Hook |
Respon Dunia
Jumat kelabu tersebut langsung mendapat respon dunia. Sekjen PBB Ban Ki Moon segera menyampaikan surat belasungkawa kepada Gubernur Connecticut, Dan Malloy, untuk menyampaikan belasungkawa terdalam atas pembunuhan mengejutkan itu. "Menyasar anak-anak merupakan hal keji dan tak terpikirkan," kata Ban dalam kecaman terhadap kejahatan yang "mengerikan" tersebut.
Presiden Perancis Francois Hollande, dalam sebuah surat terbuka kepada Presiden AS Barack Obama, mengatakan, ia merasa sangat "ngeri". "Dalam kondisi tragis ini, saya ingin menyampaikan rasa terkejut dan kesedihan saya yang mendalam sehubungan dengan aksi kekerasan yang tak terperikan di sebuah sekolah dasar sehingga merenggut banyak korban," katanya.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron juga menyampaikan duka kepada Presiden Barack Obama. Disusul dengan Kepala Utusan Uni Eropa Catherine Ashton.Ratu Inggris Elizabeth II mengirim pesan kepada Presiden Barack Obama. Ia bilang bahwa dirinya sangat terkejut dan sedih mendengar penembakan itu. "Perhatian dan doa setiap orang di Inggris dan seluruh persemakmuran ada bersama keluarga dan teman-teman mereka yang tewas dan bersama semua orang yang telah terpengaruhi oleh peristiwa hari ini."
Perdana Menteri Australia, Julia Gillard mengatakan, Australia berduka bersama Amerika hari ini setelah penembakan massal terhadap anak-anak di sekolah dasar dan para guru di Connecticut. "Seperti Presiden Obama dan rakyat Amerika, hati kami juga hancur. Kami terkejut dengan tindakan tidak masuk akal dan kejahatan yang tidak bisa dimengerti ini," ujar Gillard.
Obama Menangis
Presiden Amerika Barack Hussein Obama beberapa kali menyeka air matanya saat memeberikan keterangan di gedung putih. Obama secara terang-terangan menunjukan kesedihannya akibat pembantaian ini seraya berjanji akan menggunakan segala kekuatannya untuk menghentikan hal ini dan memastikannya tidak terulang lagi dimasa depan.
![]() |
| Presiden Obama Menangis |
"Di antara yang tewas adalah para guru, orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk membantu anak-anak kita memenuhi impian mereka," kata Obama. Ia menegaskan, dirinya bereaksi "bukan sebagai presiden, melainkan sebagai orang lain, sebagai orangtua. Hati kita hancur saat ini, untuk para orangtua dan kakek-nenek, saudara dan saudari dari anak-anak kecil itu, dan untuk keluarga mereka yang kehilangan. Sebagai negara, kita telah melalui ini terlalu banyak," kata Obama. Ia menyebut kasus-kasus pembantaian sebelumnya di Colorado, Oregon, dan Wisconsin.
"Lingkungan-lingkungan itu adalah lingkungan kita, anak-anak itu adalah anak-anak kita. Kita harus bersama-sama dan mengambil tindakan yang berarti untuk mencegah tragedi lain seperti ini tanpa sekat-sekat politik," kata Obama, ayah dari dua gadis muda.
"Semoga Tuhan memberkati jasa-jasa para korban dan sesuai bahasa Kitab Suci, menyembuhkan yang patah hati dan membalut luka-luka mereka."
Pernyataan Obama itu terdengar dalam keheningan di ruangan Gedung Putih yang biasanya riuh saat konferensi pers dan hanya terganggu oleh suara kamera ketika ia berhenti dan menata emosinya.
Obama sebelumnya telah memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih, bangunan pemerintah, dan di fasilitas militer AS untuk menghormati para korban penembakan di sekolah itu. Perintah itu berlaku sampai matahari terbenam pada tanggal 18 Desember, kata presiden dalam sebuah maklumat. Obama mengutuk serangan itu sebagai "tindak kekerasan yang tanpa perasaan", sebagai kejahatan "keji".
Obama diberi tahu tentang penembakan itu pada Jumat pagi oleh penasihat anti-teror dan keamanan dalam negeri John Brennan di Ruang Oval.
Namun, para pejabat mengatakan terlalu dini untuk masuk ke perdebatan tentang apakah Obama langsung mendukung undang-undang tentang kontrol senjata yang lebih ketat, sebuah persoalan sengit di Washington.
Terkait peristiwa itu, Obama telah menelepon Direktur FBI Robert Mueller dan Gubernur Connecticut Dannel Malloy untuk menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan.
Harus Diakhiri!
"Harus segera diakhiri" demikian pernyataan Presiden Obama. Hal ini menimbulkan harapan positif terkait pembantasan kepemilikan senjata api di AS. Para wakil rakyat AS telah berbicara lebih serius mengenai masalah ini setelah pembantaian di SD Sandy Hook jumat lalu.
Menguatnya tuntutan bagi kendali yang lebih ketat atas UU kepemilikan senjata yang dijamin konstitusi AS ini muncul sehari setalah Presiden Barack Obama berkata kepada para keluarga 26 orang tewas dalam Tragedi Connecticut bahwa tragedi-tragedi seperti ini "harus diakhiri."
Ketua Fraksi Demokrat yang mayoritas di Senat, Harry Reid, yang terkenal sebagai politisi pro-kepemilikan senjata api, mengatakan para wakil rakyat pekan ini akan mulai mendiskusikan bagaimana "mengubah hukum dan budaya."
Reid tidak menjelaskan apakah Senat akan mempertimbangkan legislasi baru yang melarang kepemilikan sejumlah senjata serbu dan magazin kapastis tinggi, seperti diusulkan tokoh Demokrat Dianne Feinstein.
Senator Demokrat lainnya, Joe Manchin, dari West Virginia yang bergaris konservatif dan pernah mencampakkan satu salinan legislasi pemanasan global dengan sebuah senjata api dalam satu iklan politiknya, sepertinya juga akan berubah pendirian.
"Tidak pernah sebelum ini kita menyaksikan anak-anak tersayang kita dibantai begitu rupa," katanya kepada MSNBC menunjuk fakta bahwa ribuan anak-anak Amerika terbunuh karena kekerasan bersenjata.
Manchin, seorang pemburu yang mendapat rating "A" dari Asosiasi Senapan Nasional (NRA) yang adalah kelompok pelobi pro-senjata api, sepertinya akan memperbarui larangan senjata api serbu.
Senator dari Partai Republik yang lagi naik daun dan calon presiden Republik masa depan untuk Pemilu 2016, Marco Rubio, juga menyatakan siap membahas lagi UU kesenjataan dan pembatasan senjata api.
Sebenarnya banyak politisi Republik dan Demokrat konservatif yang enggan meluluskan desakan pengendalian lebih jauh terhadap senjata api.
Setiap upaya hukum untuk membatasi senjata selalu mendapat tantangan dari kelompok pelobi seperti NRA, sedangkan Gedung Putih mengatakan UU kesenjataan adalah bagian dari solusi, bukan satu-satunya solusi, seraya menyebut pendidikan dan perlakuan mental yang lebih baik adalah juga solusinya.
"Saya tak punya serangkaian proposal yang bisa saya jabarkan kepada Anda," kata Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney ketika didesak wartawan apa maksud Obama dalam pidatonya pada tragedi pembantaian anak sekolah di Connecticut itu.
Kendati Obama berpidato Minggu malam lalu telah mengingatkan bahwa Amerika belum berupaya banyak dalam melindungi anak-anaknya, Carney menolak menyatakan pengendalian senjata api adalah salah satu prioritas kebijakan Presiden Obama pada masa jabatan keduanya nanti.
Sementara itu di New York, Walikota Michael Bloomberg menuntut aksi segera untuk menekan kematian 30.000 orang Amerika setiap hari oleh senjata api.
"Malam lalu, Presiden mengatakan dia akan menggunakan apapun kuasanya di Gedung Putih untuk mengatasi kekerasan ini. Adalah penting sekali baginya untuk melakukannya," kata Bloomberg.
"Kata-kata saja tidak cukup mengobati bangsa kita, hanya dengan bertindak itu bisa diatasi," katanya seraya mendesak Congress menerapkan keharusan menguji latar belakang kriminal dalam jual beli senjata, melarang senapan serbu serta magazin kapasitas tinggi dan mencegah penyelundupan senjata.









0 komentar:
Posting Komentar